June 20, 2005

Tiramisu!

Here is the killer classic Tiramisu recipe by Fatmah Bahalwan. Never failed so far!! So soft, creamy, and just the right authentic taste of tiramisu. THIS will set your bar.


 
TIRAMISU

Recipe by Fatmah Bahalwan

Bahan:
250 gr keju mascarphone
300 ml whipped cream
100 gr gula bubuk
½ sdt esence vanilli

4 btr kuning telur
50 gr gula kastor

Bahan lain:
2 sdm kopi instant, cairkan dengan
150 ml air hangat
1 sdm gula pasir
150 ml kahlua / rhum (bila suka)
20 bh lady finger atau sponge cake coklat 3 lembar ukuran 22x22x3cm

Garnish:
Whipped cream dan coklat bubuk secukupnya

Cara membuat:

  1. Kocok keju mascarphone, sisihkan.
  2. Kocok whipped krim dan gula bubuk hingga kental dan kaku. Sisihkan dalam kulkas agar tidak meleleh.
  3. Kocok kuning telur, gula kastor, dan vanilli hingga kental, lalu lanjutkan mengocok di atas air mendidih (kocok tim) hingga telur hangat. Angkat, teruskan mengocok hingga telur kembali dingin. Matikan mikser.
  4. Keluarkan whipped cream dari dalam kulkas. Masukkan keju mascarphone yg sudah dikocok, aduk rata (atau kocok dengan mixer speed 1), tuangkan pula kocokan kuning telur, aduk hingga rata benar.
  5. Ditempat lain, campur gula, air kopi, dan rhum (optional), aduk rata, sisihkan.

Penyelesaian :

  1. Siapkan loyang bongkar pasang atau gelas saji, susun lady finger (ato cake coklat sesuai selera) di bagian dasar hingga rata, perciki dengan cairan kopi hingga lembab. Tuangkan adonan mascarphone, ratakan.
  2. Susun lagi lady finger, seperti paling bawah tuang lagi dengan adonan mascarphone.
  3. Buat dua atau tiga susun paling atas, hias dengan whipped krim, lalu ayakkan coklat bubuk.
  4. Bekukan dalam kulkas selama 4 jam.

Note:

  • Pengocokan mascarpone hanya bertujuan untuk menghilangkan bungkahan-bungkahan kejunya saja, bukan untuk membuatnya mengembang.
  • Jika menggunakan keju mascarpone merk Puglia, keju sebaiknya tidak dikocok, karena keju mascarpone merk ini sangat rentan pecah. Langsung campurkan keju ke dalam whipped cream.



29 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://pennylanekitchen.blogsome.com/2005/06/20/tiramisu/trackback/

  1. Comment by vanita — January 4, 2006 @ 2:44 pm

    mbak, keju mascarphone itu yang gimana sih? biasanya merek apa? maklum saya tinggal di kota malang, jd susah nyarinya…makasih ya mbak…

    Keju mascarpone itu salah satu jenis keju muda, bentuknya kayak krim kental, aromanya lembut. Biasanya dijual dalam kemasan mangkok plastik. Yang lokal merk Yummy, kalo yang import ada merk Puglia (khusus merk ini rentan banget sama suhu, gak perlu disuhuruangkan dulu saking rentan pecah), dll.
    Kalo gak ada, bisa sih diganti sama cream cheese, tapi rasanya agak beda, walaupun tetap enak. Biasanya di TBK ada.

    happy hunting!
    —–Riana

  2. Comment by lielie — January 11, 2006 @ 8:50 am

    mbak, saya mau nanya nih
    biar tiramisu nya bisa berdiri nga lembek n nga lumer , itu gimana sih bikinnya ?
    koq tiramisu ku, nga bisa kaku gitu kaya roti… lumer gitu alias lembek
    makasih ya mbak

    Resep yang ini memang resep klasik, tanpa tambahan bahan pengencang seperti gelatin. Karena itu cenderung lembut banget dan agak sulit diberdirikan, apalagi kalo pake cream susu asli (dairy) dan pengocokan telur kurang kental. Idealnya dihidangkan dalam gelas. Tiramisu asli memang dihidangkan dalam gelas loh, bukan dipotong2 seperti jaman sekarang.
    Beberapa tips yang aku rekomen supaya lebih kokoh:

    • Pake cream non-dairy, kocok hingga kaku betul.
    • Telur dikocok hingga betul-betul kental.

    Tips lain yang aku gak rekomen, tapi bisa dicoba:

    • Tambahkan gelatin yang sudah ditim hingga bening dan didiamkan hingga tidak panas lagi, ke dalam adonan krim tiramisu. Kapan, di tahap akhir, sebelum dituang ke atas sponge cake/lady finger.
    • Tambahkan tiramisu powder ke dalam kocokan cream, untuk penstabil.
    • Gak aku rekomen bukan karena hasilnya jelek atau gak enak kok, tapi karena aku udah sreg banget sama resep tiramisu klasik ini, dan gak mau nambahin bahan apa-apa lagi ke dalamnya.
      Happy baking! ————-Riana

  3. Comment by ike — July 2, 2006 @ 8:09 am

    salam kenal mbak riana, keliatannya enak sekali nih, jadi pingin nyoba, cuma masih bingung… essence vanilla dan air hangatnya sama apa dicampurnya dan kapan? trus whipped cream hiasan berapa banyak n sama dengan whipped cream yang campur macem2 itu atau whipped cream tersendiri? juga coklat bubuknya seberapa banyak? makasih…

    Weits iya, maap ya.. Itu resep udah lama banget, dan aku salin plek-plek kayak aslinya. Di atas udah aku update ya. Vanilla dikocok bareng telur, air hangat dipake untuk bikin air kopi (melarutkan kopi instan).
    Whipped cream dan coklat bubuk untuk hiasan tergantung selera aja. Kira-kira whipped creamnya 250 ml deh. Coklat bubuknya kira-kira 50 gram.

  4. Comment by Lusiana — August 16, 2006 @ 2:12 pm

    mbak,numpang tanya nih…
    SPONGE CAKE/lady finger itu ap yah?
    gula kastor tu gula apa yah mbak? keju mascarpone beliny dmn?d supermarket ada? soalny ga tau tu bliny d mn.. thanks yahh..

    Sponge cake = Kue boluuuuuuuuuu…
    Lady finger itu biskuit yang panjang2 mirip lidah kucing, tapi lebih tebal, lebih gede dan ada taburan gula pasir halus di satu sisinya. Dijual di supermarket bule’, bakery2, beberapa toko buah, beberapa TBK, atau bisa buat sendiri.
    Gula kastor, gula pasir yang butirannya hualuuuuuss sekali.
    Keju mascarpone belinya di kelurahan. Ya di toko bahan kue lah yaaaa… atawa di supermarket besar. Jadi next time kalo belanja bulanan, mainlah ke bagian dingin-dingin di supermarket, liat-liat ke bagian keju ya.
    Welcome to the amazing world of baking :D —————-Riana

  5. Comment by linda — November 12, 2006 @ 10:47 am

    Mbak Riana,
    Waktu saya bikin kok hasil akhirnya cair gitu ya, saya pake loyang bongkar pasang, masukkan ke frezer, waktu di keluarkan cair gitu ya, kok ndak kokoh seperti di toko2 bakery gitu ya? di bekukan maksudnya di frezer atau di bagian bawah kulkas ya? mohon sarannya, terima kasih.

    Whipped creamnya udah dikocok sampe betul2 kaku? Kuning telurnya juga udah kental dan gak hangat lagi? Mascarponenya dalam keadaan sempurna, alias gak misah? Kalo tiga ini udah bener, harusnya adonannya kental, gak cair. Nanti kalo masuk kulkas bawah (bukan freezer), adonan yang kental ini akan semakin kental dan bisa berdiri.
    Resep ini memang gak sekokoh resep bakery yang sudah ditambah penstabil seperti gelatine dan bahan lain. Karena memang aslinya Tiramisu itu gak untuk di loyang, tapi di gelas. Tapi walaupun begitu, resep ini tetap bisa berdiri dan gak cair. Kalo cair, ya itu tadi, mungkin salah satu dari 3 komponen di atas kondisinya gak sempurna waktu dicampur. Coba cek lagi ya… ———-Riana

  6. Comment by Tia — January 12, 2007 @ 4:28 pm

    Mbak, aku buat tiramisu pake resep ini buat Christmas gift untuk landlord-ku. Dan menurut beliau, tiramisu-nya ’sugokku oishikatta’ (uenak buangget!) :D Malah katanya lebih enak tiramisu ini daripada bikinan Imperial Hotel.. weiitss! Gak tau dia bohong apa enggak (lha wong aku juga belom pernah nginjek Imperial Hotel), pokoknya seneng… thanks for sharing this recipe yaaa….!!!!

    Waaah, terimakasihnya nanti aku sampein ke mbak Fat ya.. Ikutan seneeeeng! ——–Riana

  7. Comment by Aida Rubiah — January 12, 2007 @ 9:38 pm

    your site is wonderful and profesional, I like to read and see your website beautiful and manage nicely good luck in everything you do …. well I will get in touched with you if I need your advice in cooking.

    Aida, thanks for coming by. Do comeback often! ——Riana

  8. Comment by Teresa — January 23, 2007 @ 4:25 pm

    mbak,utk tiramisu ini whipped cream yg harus aku beli di toko itu ada yg udah kental dan lembek gitu. Apa kalo dikocok masih bisa jadi kaku? coz aku pernah pake buat bikin coklat mousse dan dikocok juga tetap gak kaku. Trus ada juga ditawarin lagi di toko masih dlm bentuk bubuk dan harus dikocok sendiri lagi. Bagusnya yg mana ya mbak…

    Cream justru asalnya cair/kental. Lalu dikocok supaya kaku. Sebetulnya istilah yang betul Whipping Cream, sedangkan whipped cream artinya krim yang sudah dikocok.
    Penyebab krim gak mau kaku dikocok, macem-macem. Bisa suhu pengocokan kurang dingin. Bisa juga creamnya bukan jenis cream yang untuk dikocok, tapi cream untuk dipakai cair (untuk masakan, kopi, dll). Baca keterangan di kemasannya.
    Krim bubuk bisa juga dipakai dan anti gagal. Krim ini dari lemak nabati.
    Bagusnya yang mana? Semuanya bagus, sesuaikan dengan keperluan. Aku pribadi lebih suka krim kental (dairy) kemudian dikocok, daripada yang bubuk. Krim kental yang dairy ini lebih mudah leleh di suhu ruang. Jadi untuk keperluan di mana kulkas gak ada, aku prefer krim kental non-dairy (Baker’s Mix is very good and delicious).
    Kelebihan krim bubuk ada di kemudahan penyimpanan dan pasti kaku.
    Sekali lagi, semuanya bagus (Pak Tino kali :) )———-Riana

  9. Comment by ovie — January 26, 2007 @ 8:00 pm

    mbak Riana, udah dicobain!!! di modif dikit, adonan mascarpone yang kedua ditambahin coffee liquer lagi, jadi rasanya lebih ngopi daripada yang lapisan pertama.dibawa ke kantor, n temen temen italy ku pada doyan n langsung nagih minta dibikinin lagi.temen temen irish ku yang belum pernah makan tiramisu commentnya “hell!!!what is this?? damn good thing!” sampe sendoknya dijilat bersih… ngeri!

    Hahaha.. It IS damn good!! ——Riana

  10. Comment by nina — February 8, 2007 @ 10:53 am

    resep tiramisunya ok bgt mbak. klo mau gabung di NCC gmn mbak? kok susah bgt ya…..

    Oya?? Udah kirim imel kosong ke naturalcookingclub-subscribe@yahoogroups.com ? Kalo udah, udah ngirim balik data pribadi? Kalo udah juga, kasih tau aku ya, biar aku periksa. Takutnya keselip..

  11. Comment by nina — February 8, 2007 @ 10:56 am

    mbak klo mau beli gelatin lembaran yg halal di mana ya?

    Di Titan ada.. (aku bukan salesnya Titan loh :D )

  12. Comment by fika — February 23, 2007 @ 4:35 pm

    mbak…agak melenceng dari resep hehehe.. aku masih kesusahan mau bikin cake yang ada gelatinnya. soalnya setauku gelatin tuh blom halal. diganti apa ya? resep yang pake gelatin kan lucu2 n kaya’nya enak2.

    Kalo kamu di Jakarta, gelatine yang halal bisa di dapet di toko Titan

  13. Comment by ovie — May 1, 2007 @ 6:22 pm

    Mbak… met ultah ya!!!!! wish you all the best thing n semoga makin jagoan aja. thanks ya,mbak.. udah baek hati bagiin resep n bikin foto yang keren keren.
    aku beneran ga bosen bikin tiramisu ini.soalnya temen temen pada antri kalo udah liat aku bawa loyang isi tiramisu. sampe sampe mereka udunan biar aku lebih sering bikin tiramisu.

  14. Comment by Asti Ferreira — May 14, 2007 @ 2:38 am

    Salam kenal Mbak Riana,
    saya sudah coba resep tiramisu Mbak…UENAK tenan!!!
    pertama kalinya coba bikin, dan hasilnya sukses.
    Saya modifikasi sedikit dengan menambahkan Kirschwasser (cherry brandy liqour) ke adonan mascarphone. Rasanya tambah TOP. Suami saya doyan banget….besok mau saya bawa ke kantor, biar teman2 bisa nyoba tiramisu yang gak kalah sama buatan restoran…terima kasih ya Mbak atas resepnya.

  15. Comment by hera — May 14, 2007 @ 3:55 pm

    mbak, kalau pakai gelatin berapa banyak pakenya?
    thanks infonya

    Hera, hmm… belom pernah nyoba pake gelatin, say. Ma’aaaaap….. Bisa dibaca di kemasan gelatinnya, suka-suka ada pentunjuk berapa banyak untuk sekian banyak cairan. —–Riana

  16. Comment by lenny — June 20, 2007 @ 7:31 am

    Terimakasih resep tiramisu, pengen nyoba juga :D

  17. Comment by achie — November 20, 2007 @ 10:26 am

    mba Riana, salam kenal :)
    saya frustasi, isi box ini koq eror terus.. padahal cuma mo bilang terima kasih, dah cobain resep diatas dan berhasil, kuenya bagus dan enakkk!!! :) jadi semangat u coba y lain.. boleh yaa??? boleh ku tulis jg resepnya ditempatku mba??? sekali lagi hatur nuhun ya mba…

  18. Comment by lely — December 11, 2007 @ 2:37 pm

    mba,tadi yg di recommend cream non-dairy, apakah itu penganti selain whipped cream?

    Yup, kalo mau whipped cream yang lebih tahan leleh. ———Riana

  19. Comment by Ienas tsuroiya — December 23, 2007 @ 5:38 am

    hallo Riana..

    salam kenal ya..aku bolak-balik ngintip resep tiramisu nih:)Pengen variasi dari yang pernah aku bikin…

    Have a nice day…

  20. Comment by dian — January 3, 2008 @ 12:25 pm

    Mbak Riana, salam kenal ya….aku suka mampir ke sini, sugerrrrr banged….

  21. Comment by audrey dyna — January 22, 2008 @ 1:28 am

    hi..hi pakabar bu? udah lama yah daku ga ngerepotin mba riana, daku sekarang udah pede loh bikin dapur di multiply, udah berani lagi ambil pesanan walaupun masi takut2, bu aku pernah buat tiramisu ini di jakarta waktu mudik dulu, pake whippedcream bubuk, dikocok tapi kurang kaku menurut daku trus kocok eh lama2 kok misah yah air dan creamnya airnya jd putih and creamnya jadi kaya butter gitu padahal aku pake susu uht dingin loh,
    bu mau dunk ikutan cooking classnya di ncc kapan mba riana ngajar lagi?

    eeeh, congratulasiooong…. hehehe.. sukses ya buat bisnisnya…
    hmm… pedahal krim bubuk tuh harusnya anti gagal loh, bingung nih aku.. Miksernya cukup kenceng kan? Mungkin kelamaan ngocok, batang miksernya jadi panas, misah deh. Mangkoknya bisa dialasin mangkok lain yang diisi es batu, supaya dinginnya lebih stabil.
    ngajar lagi tanggal 3, cake dasar, hehehe.. udah gak dasar lagi ya dikau ———-Riana

  22. Comment by evie — January 22, 2008 @ 11:34 am

    Halo Riana,satu resep ini untuk loyang ukurang berapa ya? satu lagi, whipped cream dairy sama non dairy itu ga boleh di campur ya?? soalnya aku pernah nyoba di campur, pas di kocok ga kaku-kaku padahal ngocoknya lama banget, eh bukannya kaku malah pecah..misah jadi mentega ma air….:(

    Loyang 22 bulat. Atau gelas-gelas kecil atau ring, jadi 8-10 buah deh.
    wah belom pernah nyoba nyampur tuh. logikanya sih memang sebaiknya jangan, kalo kita mengharapkan kocokan yang bagus. semakin homogen, semakin baik. ———Riana

  23. Comment by Yana — February 15, 2008 @ 1:10 am

    Wah baca comment nya mbak2 diatas jadi panas jg nih pingin nyobain, hihihi. Mbak, vanilla essence bisa diganti ama vanilla extract gak ya? thanks - Yana -

    Bisa. ———-Riana

  24. Comment by Yana — February 19, 2008 @ 1:02 pm

    Mbaaakk.. aku dah nyoba niiihh.. wiiihhh.. fillingnya fluffy dan enyaaakk.. wiihh.. AlhamduliLLAAHH..gak percaya deh bisa buat. Bikinnya pelan2 dan deg-deg seerrr.. hihihi. Eh mbak, tp mau tanya lagi nih..tuh ngocok adonan kuning telur dkk, kenapa pake diatas air mendidih ya? gunanya apa? eh.. trus.. berarti kita makan adonan yg ada kuning telur “mentah” ya? hihihi.. tp kok enyak bgt yak..Triiimmmss ya mbaaakk.. Ini my B’day Tiramisu :) and the best of it! - Yana -

    Di atas air mendidih supaya teksturnya jadi lebih ringan, mudah mengental stabil dan *mudah-mudahan* mateng juga, hahaha… Selamet yaa.. —Riana

  25. Comment by hani — February 23, 2008 @ 3:04 pm

    Mba makasih yaaaaaaaa resepnya karena aku mau nyoba bikin pas ultah calon suamiku,,,smo9a memuaskan n dy tmba cinta ma aku,,,secara dari perut naik ke hati hehehehhehe,,,JUJUR yaaa mba aku ini nda bs masak aplg prtmakali bikin tiramisu,,,smoga tidak mngecewakan,,,oh iya ada tips untuk pemula nda???makasih yaaaa….

    Tips untuk pemula? Nurutlah kepada resep, hiihi.. Good luck! ——–Riana

  26. Comment by Helen — April 14, 2008 @ 5:45 pm

    wuihhh enak bgt mbak, nih nyambi mknin tiramisunya.. cuma kyknya kebanyak rum-nya.. tp tetep ueenakk.. gk nyangka jd irit gk usah bli2 di cakery shop lg.. hihihihi… thankss bgt u resepnya mbak…

  27. Comment by Luluk — May 25, 2008 @ 2:15 am

    Duuuhhh… ngiler banget liat tiramisu ini. Sebenernya dah berkali - kali sich “nengokin” resep ini di blog mbak, tapi kok belum ada “keberanian” nyoba yaaa.. hehehe. Tapi, soon saya janji pada diri sendiri untuk nyoba! ^-^ Thanks a lot…. Saya banyak banget belajar dari blog ini n NCC!

    Duh, ini foto lama banget yak, waktu masih pake Polaroid digital yang gak nyampe 1 MP :)
    Foto yang udah lumayan “maju” ada di sini nih: http://pennylanekitchen.blogsome.com/2006/06/18/baking-class-cake-cantik-dalam-plastik-mika/
    ——–Riana

  28. Comment by Rina — June 16, 2008 @ 12:27 pm

    Mbak riana…aku pernah nyoba resep ini, waktu whiped cream sama mascarponenya dicampur sih bagus bisa dibentuk eh pas dimasukin kocokan telur jadinya cairrr…gak bisa dibentuk, persis kaya adonan cake yg mo masuk oven…
    Aku mo nyoba lg, kalo adonan kocokan telurnya diskip bisa gak ya? secara trauma sama kocokan telurnya, hehehe
    Thanks yaaa…blognya kereennn!

    Bisa, say. Silakan dicoba dan dibandingkan ya, baik rasa dan teksturnya. Semua kembali ke selera dan pilihan masing-masing. ——-Riana

  29. Comment by ellen takdir — July 1, 2008 @ 2:35 pm

    mbak..enak bgt…aku pertama kali yoba en sukses…wah senangnya….tp percikan kopinya kurang banyak kayaknya….thx ya mbak…aku suka bgt blog mu bagus…pingin dech belajar bikin blog…ajarin dong!!

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here