February 5, 2007

Dark Secret

Dark Bush

 
Classic.
Dark, moist.
Light, very soft.
A true favorite.
 
Use good quality chocolate for best result. I used Burgundy powdered cocoa (I’m not Tulip’s sales person!), and it’s just heaven. It smelled wonderful, with wonderful deep-color and heavenly flavor.
 
This recipe has been with me for awhile, one of my most reliable recipes that works everytime. For those of you who are new to baking, I suggest you pay attention to the basic technique of handling egg whites and folding it into batter. Don’t worry, it’s not as difficult as it sounds.
 
Bahasa Indonesia (for English, click here)
Chocolate Chiffon Cake
Original Recipe by Primarasa, Modified by me
 
Bahan:
 
50 g coklat bubuk
175 ml air panas
sejimpit garam
175 g terigu, ayak
350 gula kastor
1/2 sdt soda kue
1 sdt baking powder
85 ml minyak goreng
400 g putih telur [dari lk 10 butir telur @ 70 g (berat dengan kulit)]
10 kuning telur
1 sdt vanili bubuk/extract (optional)
 
Hiasan:
Gula bubuk
 
How-to:

  1. Panaskan oven pada suhu 180 derajat Celsius. Siapkan loyang chiffon diameter 25 cm, perciki bagian dalamnya dg air masak. Larutkan coklat bubuk dan garam dengan air panas, aduk dg pengocok kawat hingga licin & halus, sisihkan.
  2. Campur terigu, 2 sdm gula kastor, soda kue, baking powder, aduk rata. Buat lubang di tengahnya, tuang minyak goreng, kuning telur, larutan coklat, dan vanili. Aduk dengan pengocok kawat hingga licin, sisihkan.
  3. Kocok putih telur dengan mikser kecepatan sedang hingga berbusa, masukkan gula kastor sedikit demi sedikit, kocok sampai putih telur membentuk ujung tumpul waktu mikser diangkat.
  4. Masukkan putih telur dalam 3-4 tahapan ke dalam adonan tepung-telur, aduk lipat (folding) dengan spatula hingga rata.
  5. Tuang adonan ke dalam loyang, banting sedikit 2-3 kali, panggang dalam oven hingga masak (lk 75 menit) atau adonan tidak menempel ketika ditusuk dengan lidi. Angkat kue dari oven, balikkan loyang hingga kue dingin (lk 1 1/2 jam).
  6. Keluarkan kue dari loyang dengan bantuan spatula/pisau panjang. Balikkan kue ke rak kawat, balik sekali lagi ke piring saji sehingga kue dalam posisi berdiri. Hias sesuka hati.

 
Note:

  • Gunakan coklat bubuk berkualitas bagus. Kadang kala kue coklat gak nendang bukan karena jumlah coklatnya kurang, tapi karena kualitas coklatnya kurang baik. Pilih yang wangi dan ‘dalam’ rasanya.
  • Supaya sukses mengocok putih telur, perhatikan jurus-jurus sukses mengocok putih telur di sini:
  • Ketika gula masuk ke putih telur, adonan akan terlihat turun dan agak mencair. Ini wajar. Teruskan mengocok. Jika putih telur benar-benar bersih, pada akhirnya adonan akan kaku seperti adonan krim (soft peak) walaupun agak lama (tergantung kekuatan mikser).
  • Jika ada lebihan kuning telur (sisa dari 400 g putih telur), kuning telur tersebut boleh ditambahkan ke adonan tepung-telur.
  • Hiasan gula bubuk bermotif garis (cara primitif :D ):
    Gunting kertas kue menjadi strip-strip panjang. Letakkan berbaris di atas kue dengan jarak di antaranya. Ayakkan gula bubuk di atasnya. Angkat kertas kue, akan terbentuk motif garis-garis.

 

Dark Corner

 
English
Chocolate Chiffon Cake
Original Recipe by Primarasa, Modified by me
 
Ingredients:
 
50 g cocoa powder
175 ml hot water
A pinch of salt
175 g flour, sifted
350 caster sugar
1/2 tsp baking soda
1 tsp baking powder
85 ml vegetable oil
400 g egg whites [from +/- 10 eggs @ 70 g (weighed with the shells)]
10 egg yolk
1 tsp vanilla powder/extract (optional)
 
Garnish:
Powdered sugar
 
Instruction:

  1. Preheat oven at 180 degree Celcius. Prepare 25 cm chiffon pan, splash the inner part with water. Dissolve cocoa powder and salt in hot water, whisk until smooth, set aside.
  2. Mix together: flour, 2 Tbsp of caster sugar, baking soda and baking powder, mix well. Make a hole in the center, pour vegetable oil, egg yolks, chocolate mixture and vanilla into the hole. Whisk until smooth, set aside.
  3. Beat egg whites with electric mixer at medium speed until frothy, gradually beat in caster sugar, continue beating until soft peak.
  4. Using spatula, gently fold in egg whites to flour-egg batter until well blended.
  5. Pour the batter into pan, tap the pan 2-3 times to let out any excessive bubles. Bake for about 75 minutes (do the skewer test). Take out from oven, turn the pan upside down and let it cool in this position (about 1 1/2 hour).
  6. Run a long knife along the side of the pan. Turn the cake onto a rack. Run the knife along the bottom of the pan, take off the bottom pan. Turn the cake onto a serving plate or cake board. Garnish as you like.

 
Note:

  • Use good quality chocolate. Sometimes a chocolate cake doesn’t give us that ‘kicking’ sensation not because it needs more chocolate, but because the chocolate is not good enough. Choose the one that has wonderful smell and deep flavor.
  • If you’re new to dealing with egg whites, search the tips on the internet. It could be tricky, but it’s not that difficult.
  • If the 400 g egg whites give you more than 10 yolks, use the extra yolks in the batter anyway. Whisk it into flour-egg batter.

 

Dark, Moist, Soft






35 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://pennylanekitchen.blogsome.com/2007/02/05/dark-past/trackback/

  1. Comment by jgodsey — February 6, 2007 @ 12:41 am

    oh mama is that a beautiful cake!
    thanks for the great recipe!!

  2. Comment by small cookie — February 6, 2007 @ 7:12 am

    this looks heavenly. thanks for sharing and thanks so much for translating it to english.

  3. Comment by deby suwito — February 6, 2007 @ 12:17 pm

    aduh mbak ri,
    gile..mbak talented banget seh, baking jago, moto jago…ngiri bangeeett!!!!
    Pengen neh belajar motonya…mbak pake belajar dikursus moto gak seh..
    Angle nya selalu dapet yah..

  4. Comment by ratih — February 6, 2007 @ 1:41 pm

    wondering sama loyangnya, tulban segiempat ya mbak? lucu bangeet…
    dan itu rekahannya malah menggoda sekali, sllruupp..

    Ratih, itu kan loyang hasil buruan waktu TdT Surabaya tahun lalu. Bukan cuma unik bentuknya, tapi dasar loyangnya juga ada kuncinya. Jadi nyimpennya gak krompyangan :)
    Syukuuuur aku sempet beli. Soalnya di Jakarta gak ada. ———–Riana

  5. Comment by Lies — February 6, 2007 @ 4:31 pm

    Whew, update juga…:)
    WUih keren mbak fotonya…hehe
    Kalo cakenya belum nyobain sih jadi belum tahu…
    tapi kayaknya endang dech…

    Cakenya enak banget..

  6. Comment by lulu_lukman — February 7, 2007 @ 2:55 pm

    halo mbak akhirnya saya bisa juga bikin foto-foto kaya foto diatas. kebetulan kemaren ada promo powershot langsung aja dibeli. tekniknya lumayan gampang ya ada beberapa cara salah satunya pake mode yang ada gambar flowernya :D

    Betuul.. Gambar flower itu namanya mode Macro, yaitu memotret dengan jarak sangat dekat sekali deh :D have fun dengan kamera barunya ya..

  7. Comment by Susan from Food "Blogga" — February 8, 2007 @ 8:59 am

    I just discovered your blog. I am so impressed with the delicious recipes and gorgeous photos. I’ll be visiting again.

  8. Comment by maruko — February 9, 2007 @ 11:18 am

    langsung aja jadi giler dgn liat fotonya….belum lagi nyicipin…….,minta resepnya ya mbak……….ini resep gimanapun caranya mesti dipraktekan nggak boleh enggak…… :)

  9. Comment by Julianti — February 9, 2007 @ 5:01 pm

    Mba Riana, resep di atas untuk ukuran loyang berapa cm ya? Soalnya aku nggak pernah bikin chiffon dg 10 butir telur (buanyak buanget ya? hehehe…). Terima kasih.

    Julianti, seharusnya menurut resep asli, loyang chiffon bulat diameter 25 cm. Aku pake loyang chiffon kotak ukuran 22x22 dan kepenuhan. Adonan bersisa dan yang di loyang pun cukup meluap walaupun gak sampe tumpah. Jadi idealnya memang pake loyang chiffon bulan diameter 25 cm.
    Hehehe.. 10 butir telur itu sih hasil modifku. Aslinya 6 kuning telur dan 400 gr putih telur (dari 10 telur). Karena sayang kuning telurnya nganggur, aku masukin sisa kuning telurnya ke adonan tepung. Ternyata hasilnya malah moist dan enak :) Semoga membantu ya. ———Riana

  10. Comment by Aini — February 10, 2007 @ 5:42 am

    Ri… you’re back! i have been missing your postings, recipes and pictures!!

  11. Comment by arfi — February 11, 2007 @ 6:03 am

    uhmmm… your specialty… works really well, ey? welcome back, bu! kebanjiran kah?

    Alhamdulillah gak, Fi :)

  12. Comment by dita — February 15, 2007 @ 6:45 pm

    kemana aja mbak? kebanjiran gak? itu cake percaya deh kalo emang heavenly bgt!!

    Alhamdulillah gak, Dit :)

  13. Comment by Julianti — February 19, 2007 @ 9:13 am

    Mba Riana, aku udah coba resepnya. Hasilnya endang deh. Tapi gulanya aku kurangi sedikit & sebagai gantinya aku kasih rajangan coklat chip. Hhmm, keponakan pada suka. Ma kasih banyak ya atas resepnya ;)

  14. Comment by Andrie Anne — February 22, 2007 @ 7:41 pm

    Sibuk ya Mba..?Blognya jarang di update..apa kabar nih..?

    Baik, Ne… Iya nih gak sempeeeet :( (

  15. Comment by yanna — February 25, 2007 @ 1:58 pm

    hmmm …ini kueh emang dahsyat coklatnya aku pake van houten nendang juga rasa coklatnya… minggu lalu baru bikin …hehehe …..:) mau dong loyang kotakna ….*ngences*

  16. Comment by Mina — March 8, 2007 @ 10:51 am

    Mba sekilas tuh gambar kaya kepala banteng lho hi..hi.. tanya ya Tepung gulanya itu TG biasa ato hrs yg TG donat, pernah tuh saya hias gini di Browkus, tp besoknya ilang Tgnya, saran dong MBa kalo gimana kalo u/ pesanan yg tdk lgs disajikan hias pake TG ? TQ

    Brokus tuh emang basah ya. Kalo chiffon ini gak tuh. Tapi memang aku gak biasanya hias langsung diambil yang mesen sih, gak pernah nunggu sampe disimpen dulu. Hiasnya menjelang dianter aja ———-Riana

  17. Comment by Mina — March 9, 2007 @ 4:23 pm

    Mba Ri….haiya tanpa liat ukuran loyang saya semlm lgs praktek, saat ruang ke lyg my god kepenuhan begitu cakenya ngembang muncret keluar dan jatuh ke oven dari lobang tengah…hiks…hiks sayang ternyata loyang saya ukuran 20-22… hasilnya sih eunnnak…TQ

  18. Comment by Rose — March 10, 2007 @ 11:57 am

    waouu, it’s the first time I see your blog, and your chocolate cake looks so moist and light.Just the way I like it. I’ll be back. Salam.

  19. Comment by ik — March 27, 2007 @ 9:53 am

    mba.. buatku chiffon itu ‘nightmare’bgt karena kynya kalo di milis byk banget jgn ini-itu nya. tapi liat postingan ini kynya perlu dicoba deh. lyg chiffon ku kecil kynya cuma dia 20 cm, pake seperberapa resep yah?

    Hmm.. setengah resep aja… ———Riana

  20. Comment by Ara — March 28, 2007 @ 9:39 am

    mba..aku dah coba..enak looh, cakenya tinggi menjulang…tq yach sharing

  21. Comment by Tuti — March 29, 2007 @ 5:32 pm

    Mba Riana,
    boleh copy resepnya yah?
    saya fans berat blog ini loh..
    mudah2an ketularan jago bikin kuenya hehe..
    salam,

  22. Comment by evie — April 2, 2007 @ 9:32 am

    mbak, klo minyak gorengnya saya ganti pake minyak zaitun enak ga ya??? soalnya aku punya olive oil banyak bener dikasih tanteku…

    Minyak zaitun ada cita rasanya, mungkin akan ngaruh ke rasa coklatnya. Dan minyak zaitun gak boleh dipanasin terlalu panas. Sebaiknya jangan deh, buat campuran salad aja lebih enak dan sehat. Atau kirim ke Pejaten :) ———Riana

  23. Comment by eki — April 17, 2007 @ 8:07 pm

    Ya ampun, rasa coklatnya pasti yummy banget mbak, kesukaanku…bikin ngilerrrrr. Nggak bisa bikin kue, tapi doyan makan dan cicip2. Sayang ndak bisa dicicipin yah. fotonya uoke banget dah, bener2 udah bikin ngiler ibu hamil..hihihi

  24. Comment by Jenny — April 18, 2007 @ 4:45 pm

    Mbak Riana… aku fans resep browniesnya Mbak Riana. Asli maut! Aku pengen juga dong nyobain resep yang ini, boleh yaaa?
    Cuma, mau tanya, kok loyangnya dipercik air ya? Aku kan gak punya semprotan air, daripada takut tidak rata, kalau pake kertas roti seperti biasanya saja, bisakah?

    Bisaaa… :) ———–Riana

  25. Comment by Jenny — April 19, 2007 @ 2:02 pm

    MBak Riana, aku udah coba, dan punya dua pertanyaan:
    1. putih telurnya kok ga bisa sampe kondisi softpeak? jadinya kaku banget kaya karet. Kenapa ya? apakah karena kocokan terlalu cepat (tapi harusnya ga gitu cepat, mengingat aku cuma pake mixer cosmos, yang jauhh banget kehandalannya dibandingin kenwood). Terus waktu dipanggang, kelihatan tinggi menjulang, begitu dikeluarkan oven jadi kempesss banget. apakah akibat kesalahan putih telur tadi?

    kaku banget kok malah kayak karet ya? huahaha… ngeluarinnya kecepetan kayaknya. belum kokoh udah dikeluarin.

    2. kue waktu ditest tusuk gigi kelihatan sudah matang dan tidak menempel lagi. tetapi begitu didinginkan, langsung jadi basah. kenapa ya? aku memang memakai dua buah loyang ukuran 20 x 20. tadinya kupikir mau dipake isi ganache. jadi waktu matangnya cepat sekali, 15 menit sudah jadi. tapi yah begitulah, setelah didinginkan jadi basah lagi. apakah karena waktu panggangnya yang terlalu singkat? aku gak berani lama-lama soalnya takut kekerasan kuenya.

    Iya terlalu singkat. 15 menit gak cukup lah yaaa…. ——–Riana

  26. Comment by Byunghoon Kim — May 3, 2007 @ 3:04 am

    Your photo of bread makes me really happy. :)
    Thank you.

  27. Comment by widia — September 7, 2007 @ 2:53 pm

    aduuhhh…. kelihatannya indah dan lezat sekali itu kue. Dan nyoklat bangeedd…
    Saya minta ijin mau nyoba dan posting di blog saya, boleh ya Bu….

    Boleh donk. Terimakasih ya :* —–Riana

  28. Comment by evie — January 9, 2008 @ 12:13 pm

    Riana, cake ini bisa pake coklat bubuk afrika ga? aku punya coklat afrika tp blm pernah di pake. coklat ini cocoknya untuk apa aja ya? karena warnanya item banget

    Cocok untuk bikin chocolate chips cookies item, hehehe.. lucu kan kayak oreo jadi-jadian.. ———Riana

  29. Comment by Deby — March 17, 2008 @ 5:42 pm

    Salam kenal mbak.Kayaknya enak nih cake-nya.Boleh coba ya mbak…Juga minta ijin aku link blog-nya di blog-ku yach. Mbak Riana gak buka baking class di singapore ? Mau doong ikutaaan…..

    Haduh, kalo gak harus bayar fiskal sih daku udah meluncur ke sana :) ———Riana

  30. Comment by Deby — April 18, 2008 @ 12:46 am

    Mbak aku udah coba.Waduuh cake-nya lembut banget..coklatnya uenaak.tapi mau tanya kalo chiffon cake emang retak ditengah gitu ya mbak ? Abis sayang bgt, pertama ngembang baguuus…lha kok lama-lama retak.Makasih resep enaknya mbak….

    Kalo mau bebas dari keretakan, pasang suhu rendah 140 derajat celcius, panggangnya lamain jadi 90 menit. Mulus deh…. Kalo aku suka retak :) ——Riana

  31. Comment by Me — April 30, 2009 @ 3:09 pm

    mbak rianaa, mw tanya dong.. beginner bgt soalnya.. hehe.. klu chiffon ini bs dijadiin cupcakes ga c? blum pede bkin yg gede2 mbak.. loyang cupcakes aj ga pny.. mw cb pake cup alumunium foil yg bwt mac schotel aj.. hehe.. bs ga y mbak? thx yah mbak bwt jwbannya..

    gak bisa deh, soalnya kan harus diterbalikin sampe dingin ———-Riana

  32. Comment by Elissa — September 5, 2009 @ 6:13 pm

    Mbak ri, aku baru aja belajar bikin chiffon. Kemarin aku udah coba bikin cheese chiffon mbak ri, dan berhasil di percobaan pertama. Tapi waktu bikin chiffon cokelat ini, kok udah sampai 3x gagal terus ya? Problemnya, ketika chiffon cake ini udah mateng dan diterbalikin, ga berapa lama dia jatuh sendiri. Yang pertama malah begitu ditumpangin diatas botol, dia langsung ambrol dan ancur total. Yang kedua, begitu dibalikin beberapa menit kemudian dia meluncur pelan2, jadi buru2 aku selametin. Apa karena mercikin airnya terlalu banyak ato gimana ya? Pdhl mercikin airnya jg ga banyak, kurang lebih sama dengan waktu bikin yang cheese chiffon. Thanks ya mbak buat jawabannya..

    Wah, menarik sekali kasusnya :)
    Kuenya mimpes gak? Mungkin belum kokoh teksturnya? Karena memang lembut sekali. Coba tambah waktu panggang, dan coba kali ini gak diperciki air :) ————Riana

  33. Comment by Me — September 23, 2009 @ 5:36 pm

    Mbak riana, aku mau tanya nih,,
    kalau di air panasnya itu dikasi susu bubuk kurleb 3 sdm bakalan bikin bantet ga ya?
    aku mau coba pake susu nih..
    kata mbak ri, 3 sdm itu uda cukup ato mendingan ga usa aja?
    thx mbakk..

    Kayaknya bisa deh. Cukuplah 3 sdm. Larutkan yang licin ya… ———-Riana

  34. Comment by Elissa — October 8, 2009 @ 7:20 pm

    Mbak ri, mau nanya lagi nih.. Bisa gak sih adonan chiffon dipanggang di loyang biasa? Pengennya sih mau dibuat blackforest gitu… Hehehehe… Thx ya mbak..

    Hmm.. bisa tapi jangan tinggi-tinggi. Loyangnya tinggi 4 cm aja, bikin 3 lapis. Nanti cakenya agak turun sedikit, tapi masih ok-lah. ——–Riana

  35. Comment by Stephie — November 5, 2009 @ 10:32 pm

    Hi Riana,
    Thanks for this delicious recipe. I try it last week and it was so delicious, fluffy & moist. Totally different from other chiffon cake I make (unsuccessful). I was wonder if I can use this recipe for a vanilla version to suit the taste of my parents, who are vanilla lover. At the same time, I like to kept this cake tall, fluffy & moist? So do you believe if I replace the cocoa powder with the same quantity of flour will give me the same result?

    Thanks & appreciate your advices.

    Stephie

    Hi Stephie,
    Yes, definitely. Or you can use cheese chiffon cake recipe and omit the cheese. —riana

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here